Showing posts with label POSYANDU. Show all posts
Showing posts with label POSYANDU. Show all posts
Monday, 28 April 2014
Astra Agro Lestari Revitalisasi Posyandu di Aceh Singkil
Revitalisasi Posyandu menjadi prioritas program CSR PT Astra Agro Lestari, melalui anak perusahaannya PT Perkebunan Lembah Bhakti yang berada di wilayah Aceh Singkil, mengadakan pelatihan posyandu bagi kader posyandu di desa Gunung Meriah dan Singkil Utara. Revitalisasi posyandu ini dihadiri oleh 20 posyandu, 110 kader posyandu dibina dalam pelatihan ini.
Revitalisasi ini juga diikuti oleh seluruh bidan di wilayah kedua posyandu tersebut. Selain menambah ilmu dengan pelatihan, kader posyandu dan bidan bisa saling bertukar informasi dan solusi mengenai permasalahan setiap posyandu dan juga program-program unggulan tiap posyandu. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, kader posyandu bisa lebih mumpuni dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawab mereka sebagai kader posyandu yang notabene berada di garda depan pemantauan perkembangan balita di wilayahnya.
Melalui program ini PT Astra Agro Lestari menjadi penyumbang keberhasilan program posyandu di wilayah Aceh Singkil dan Indonesia. Karena program posyandu juga merupakan salah satu program pemerintah.
Salam CSR
Dede Putra Kurniawan
Tuesday, 17 September 2013
Penanganan Balita BGM di Posyandu Melati Surau Gading
Posyandu Melati Surau Gading adalah salah satu Posyandu yang baru dibina April 2013 ini, Posyandu yang terletak di Desa Surau Gading, Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu-Riau mempunyai tantangan tersendiri. Dengan peserta terdata sekitar 100 balita tingkat kehadiran tiap posyandu hanya 20%-30%. Pada saat pendataan juga ditemukan balita yang BGM, walaupun belum terbilang gizi buruk namun setelah di periksa termasuk gizi kurang dan berat badan kurang.
Setelah pendataan dan survey, langkah yang ditempuh adalah bagaimana menarik peserta posyandu untuk aktif datang ke posyandu. Subsidi berupa dana Pemberian Makanan Tambahan menjadi salah satu solusi menarik minat peserta posyandu, jika sebelumnya peserta posyandu diberatkan dengan membayar makanan tambahan, dengan bantuan ini makanan tambahan dibebaskan, peserta hanya menyerahkan dana sehat saja dengan jumlah yang tidak ditentukan atau sukarela. Setelah pemberian ini yang notabene baru terealisasi 1 kali mampu meningkatkan angka kunjungan posyandu, walaupun belum signifikan namun peningkatannya sudah mampu membuat kader posyandu merasa senang dan minimal peserta posyandu sudah mau banyak yang datang.
Program untuk balita BGM, saat posyandu di sweeping ke rumah dan bertemu dengan orang tua nya, bantuan berupa susu formula karena usia sudah 1,5 tahun, kami menambahkan susu formolu tersebut dan mengkombinasikan dengan MP ASI (Makanan Pendamping ASI). Bantuan diberikan langsung kepada orang tua balita dengan pengawasan dari kader. Kader posyandu ditunjuk 2 orang untuk memantau program ini. Rencana nya sidak dan kunjungan rutin akan kami lakukan supaya bantuan tidak hanya berupa materi namun juga memberi motivasi kepada orang tua agar bisa mandiri dan memperhatikan si balita terutama dalam pemenuhan gizi.
Bantuan hanya sementara, tanggung jawab selanjutnya adalah orang tua balita, namun pemantauan akan terus dilakukan. Pemberian motivasi kepada orang tua merupakan misi utama program ini, pemenuhan gizi balita bukanlah hal yang mahal, pemenuhan gizi dari sayuran yang ditaman sendiri maupun buah-buahan yang murah namun mempunyai nilai gizi yang tinggi misalnya pisang, alpukat, semangka dan lainnya bisa memenuhi angka kecukupan gizi. Pemberian protein hewani bisa juga dari ikan, ayam dan telur.
Setelah pendataan dan survey, langkah yang ditempuh adalah bagaimana menarik peserta posyandu untuk aktif datang ke posyandu. Subsidi berupa dana Pemberian Makanan Tambahan menjadi salah satu solusi menarik minat peserta posyandu, jika sebelumnya peserta posyandu diberatkan dengan membayar makanan tambahan, dengan bantuan ini makanan tambahan dibebaskan, peserta hanya menyerahkan dana sehat saja dengan jumlah yang tidak ditentukan atau sukarela. Setelah pemberian ini yang notabene baru terealisasi 1 kali mampu meningkatkan angka kunjungan posyandu, walaupun belum signifikan namun peningkatannya sudah mampu membuat kader posyandu merasa senang dan minimal peserta posyandu sudah mau banyak yang datang.
Program untuk balita BGM, saat posyandu di sweeping ke rumah dan bertemu dengan orang tua nya, bantuan berupa susu formula karena usia sudah 1,5 tahun, kami menambahkan susu formolu tersebut dan mengkombinasikan dengan MP ASI (Makanan Pendamping ASI). Bantuan diberikan langsung kepada orang tua balita dengan pengawasan dari kader. Kader posyandu ditunjuk 2 orang untuk memantau program ini. Rencana nya sidak dan kunjungan rutin akan kami lakukan supaya bantuan tidak hanya berupa materi namun juga memberi motivasi kepada orang tua agar bisa mandiri dan memperhatikan si balita terutama dalam pemenuhan gizi.
Bantuan hanya sementara, tanggung jawab selanjutnya adalah orang tua balita, namun pemantauan akan terus dilakukan. Pemberian motivasi kepada orang tua merupakan misi utama program ini, pemenuhan gizi balita bukanlah hal yang mahal, pemenuhan gizi dari sayuran yang ditaman sendiri maupun buah-buahan yang murah namun mempunyai nilai gizi yang tinggi misalnya pisang, alpukat, semangka dan lainnya bisa memenuhi angka kecukupan gizi. Pemberian protein hewani bisa juga dari ikan, ayam dan telur.
Kunjungan Pembina Posyandu HO AAL Membawa Angin Segar Bagi Posyandu
Kunjungan rutin pembina posyandu
pusat AAL bertujuan untuk memantau perkembangan posyandu dan sosialisasi
program-program baru bagi kemajuan posyandu binaan. Di Rokan Hulu sendiri cukup
banyak posyandu desa yang dibina oleh perusahaan ini. Sampai tahun ini sudah
berjalan nya bantuan tetap berupada dana Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk
semua bayi dan balita serta ibu hamil yang datang ke posyandu. Menu disesuaikan
dengan pemenuhan gizi, daftar menu PMT selama
1 tahun diberikan oleh perusahaan untuk dijadikan panduan membuat menu bagi
bayi dan balita serta bumil, selain itu kunjungan dari perusahaan rutin
dilakukan setiap bulan pada hari buka posyandu
yang berfungsi untuk memantau langsung jalannya posyandu dan tentu saja
memberikan motivasi serta penyuluhan bagi kader dan peserta posyandu.
Kunjungan rutin ini membawa pesan, seluruh posyandu
binaan harus mempunyai program tambahan kegiatan posyandu diluar hari posyandu,
seperti posyandu usila, kelas ibu hamil, BKB, BKR (Bina Keluarga Remaja), dan
lainnya, komitemen AAL akan mendukung sarana dan prasaran kegiatan tersebut.
Selain itu kunjungan tersebut juga mempunyai misi untuk meningkatkan posyandu
binaan menjadi mandiri, mandiri dalam hal penyelenggaraan posyandu dan
pembiayaan, bantuan ini diberikan dalam bentuk Dana Pinjaman Bergulir tanpa
bunga oleh perusahaan kepada kader posyandu untuk program kewirausahaan. Nanti
program tersebut lah yang akan membiayai pengeluaran kegiatan posyandu.
Saturday, 14 September 2013
Kader Terbaik Nasional Road Show di Posyandu Rokan Hulu
Tak henti-hentinya perhatian Astra Agro Lestari memajukan
Posyandu binaannya, kali ini Astra Agro mengundang Kader Terbaik Nasional, Ibu
Komariah berkunjung ke seluruh posyandu binaan untuk memberikan penyuluhan
update informasi tentang posyandu dan tentu saja memberikan motivasi kepada
kader posyandu di seluruh posyandu binaan AAL. Dengan pengalaman ibu Kokom
(panggilan Ibu Komariah) selama 20 tahun menjadi kader Posyandu tentu saja hal
ini tidak bisa dipandang sebelah mata. Dedikasi dan pengalamannya tentu saja
sangat mengisnpirasi terutama bagi kader yang lain. Dengan dedikasi dan
loyalitasnya selama 20 tahun, tak henti-henti nya belajar dan meng update informasi Ibu Kokom mampu
menembus batas, kader yang bisa keliling Indonesia gratis, mampu memberi
manfaat kepada orang yang lebih banyak lagi.
Setelah Sulawesi, Kalimantan kali ini giliran Sumatera yang
dijelajahi Bu Kokom. Pengalaman baru untuk Bu Kokom bahwa perusahaan seperti
Astra Agro memberikan kontribusi yang besar bagi masyarakat dan karyawan. Bukan
hanya mengenai posyandu/Kesehatan, kesejahteraan masyarakat sekitar juga sangat
di perhatikan. Hal itu dengan dibangunnya beberapa gedung sekolah di sekitar
perusahaan, penyediaan air bersih, transportasi gratis ke sekolah, sarana dan
prasaran kesehatan juga tidak luput dari perhatiaan perusahaan kepada
masyarakat. Melihat fasilitas yang lengkap dan memadai di tengah hutan sawit
menjadi pemandangan yang indah dan baru bagi Bu Kokom.
Pemberian materi terbaru dan motivasi kepada kader
menjadi fokus utama Ibu Kokom, “Bangga Menjadi Kader Posyandu”. Jika melakukan
sesuatu dengan hati maka hasilnya terkadang hasilnya diluar yang kita duga,
seperti saya sekarang ini bisa bertemu seluruh kader posyandu binaan AAL, ucap
Ibu Kokom dalam memberikan motivasinya.
Thursday, 30 May 2013
Sebar Modul Manfaat TOGA
Salah satu program revitalisasi posyandu yang sedang dijalankan adalah penanaman dan pemanfaatan TOGA, jika hal ini memang sudah umum dilaksanakan yang membedakan program ini, kader posyandu diberi modul tentang pemanfaatan,fungsi,dan pembibitan tiap tanaman sehingga kader posyandu bisa memaksimalkan fungsi dan pelestariannya.
Modul manfaat TOGA ini diambil dari beberapa sumber yang andal dan relevan. Modul ini juga tidak hanya diterbitkan satu kali namun akan diterbitkan berseri dan terintegrasi dengan modul lainnya. Nantinya akan diterbitkan modul mengenai kesehatan ibu dan bayi, ASI, diare dan sebagainya.
Untuk modul pemanfaatan TOGA penulis salah satu referensinya yaitu www.iptek.net.id.
Modul manfaat TOGA ini diambil dari beberapa sumber yang andal dan relevan. Modul ini juga tidak hanya diterbitkan satu kali namun akan diterbitkan berseri dan terintegrasi dengan modul lainnya. Nantinya akan diterbitkan modul mengenai kesehatan ibu dan bayi, ASI, diare dan sebagainya.
Untuk modul pemanfaatan TOGA penulis salah satu referensinya yaitu www.iptek.net.id.
Wednesday, 29 May 2013
Sosialisasi Administrasi Posyandu
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan secara private, one student one teacher sehingga untuk jadwal pelatihan posyandu binaan dilakukan secara bertahap. Satu kali pertemuan maksimal 2 posyandu maksimal 10 orang. Tenaga pengajar dari Ibu-ibu yang sudah dilatih sebelumnya dan ikut mengawal setiap materi. Pelatihan ini disertai contoh kasus yang sering terjadi di posyandu dan diskusi intensif.
Subscribe to:
Posts (Atom)